|
Amplop Kyai Suatu hari saaat pulang mengisi acara pengajian umum, pengasuh pesantren Roudlotul Muta’alimin Kudus, KH. Ma’ruf Irsyad diikuti seseorang bersepeda motor yang melaju kencang. Ketika sampai di gang menuju rumahnya, Kyai Ma’ruf dihentikan orang tersebut yang dietahui sebagai seorang panitia pengajian.
|
|
Read more...
|
|
 Santri Sigap....Suatu ketika salah seorang santri di salah satu pondok pesantren di Buntet-Cirebon disuruh membeli rokok oleh Kyainya. Bagi santri perintah Kyai tidak boleh dipantang. Justru oleh sebagian santri, perintah dari Kyainya adalah hal yang ditunggu-tunggu. Untuk “ngalap” (mengambil) barokah katanya. Dikalangan santri pondok salaf berkembang keyakinan jika menyepelekan Kyai, sama artinya menghilangkan barokah Kyai. Akibatnya bias fatal. Bias-bisa boyong (pulang kampung) dengan tangan hampa, karena ilmunya tidak bermanfaat. Karir Kyai kampung yang selama ini diimpi-impikan bias-bisa berantakan, bahkan gara-gara tidak dapat barokah Kyai posisi imam tahlil di kampungnya bias jadi kandas. Karena itu, menjalankan titah Kyai itu hukumnya wajib, bahkan “fardu ain”.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|