Primary Color:
Primary Text:
Secondary Color:
Secondary Text:
Tertiary Color:
Tertiary Text:
Color Picker
Preview
FeaturesTypographyTutorials
Module Title
Home
Module Title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut non turpis a nisi pretium rutrum. Nullam congue, lectus a aliquam pretium, sem urna tempus justo, malesuada consequat nunc diam vel justo. In faucibus elit at purus. Suspendisse dapibus lorem. Curabitur luctus mauris.

Module Title
Module Title
Instructions

Select a predefined style from the drop-down or choose your own colors via the handy mooRainbow based color-chooser. When you are satisfied with your selection, click the "Apply Colors" button below to store your selection in a cookie.

Apply Colors

Kalendar

Login Member

silahkan login untuk mengirim tulisan



Member Area

Bagaimana menurut anda situs ini
 

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini178
mod_vvisit_counterKemarin1351
mod_vvisit_counterMinggu ini2350
mod_vvisit_counterMinggu Lalu10866
mod_vvisit_counterBulan Ini9298
mod_vvisit_counterTotal67741

We have: 3 guests, 6 bots online
Your IP:: 38.107.191.114
Now is: 2010-09-07 04:55
 
This is my Google PageRank™ - SmE Rank free service Powered by Scriptme
HOKI (Humor Kyai dan Santri)
PDF Print E-mail

Amplop Kyai 

 

Suatu hari saaat pulang mengisi acara pengajian umum, pengasuh pesantren Roudlotul Muta’alimin Kudus, KH. Ma’ruf  Irsyad diikuti seseorang bersepeda motor yang melaju kencang. Ketika sampai di gang menuju rumahnya, Kyai Ma’ruf dihentikan orang tersebut yang dietahui sebagai seorang panitia pengajian.

Read more...
 
PDF Print E-mail

 Santri Sigap....

Suatu ketika salah seorang santri di salah satu pondok pesantren di Buntet-Cirebon disuruh membeli rokok oleh Kyainya. Bagi santri perintah Kyai tidak boleh dipantang. Justru oleh sebagian santri, perintah dari Kyainya adalah hal yang ditunggu-tunggu. Untuk “ngalap” (mengambil) barokah katanya.

Dikalangan santri pondok salaf berkembang keyakinan jika menyepelekan Kyai, sama artinya menghilangkan barokah Kyai. Akibatnya bias fatal. Bias-bisa boyong (pulang kampung) dengan tangan hampa, karena ilmunya tidak bermanfaat. Karir Kyai kampung yang selama ini diimpi-impikan bias-bisa berantakan, bahkan gara-gara tidak dapat barokah Kyai posisi imam tahlil di kampungnya bias jadi kandas. Karena itu, menjalankan titah Kyai itu hukumnya wajib, bahkan “fardu ain”.

Read more...
 


RocketTheme Joomla Templates